MAKALAH “MANUSIA DAN LINGKUNGAN”
Disusun oleh : Fernanda Olympia (18111515)
KELAS 1KA43
Manusia Dan Lingkungan
PENDAHULUAN
Manusia
hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya, lebih dari itu,
manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan
kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradapan – istilah Toynbee- sebagai akibat
dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan. Lingkungan hidup tidak bisa di
pisahkan dari ekosistem atau system ekologi. Ekosistem adalah satuan kehidupan
yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup ( dari berbagai jenis ) dengan
berbagai benda mati membentuk suatu system. Lingkungan hidup pada dasarnya
adalah suatu system kehidupan dimana terdapat campur tangan manusia terhadap
tatanan ekosistem. Manusia adalah bagian dari ekosistem. Lingkungan dapat pula
berbentuk lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan alam dan buatan adalah
Lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan social budaya
dimana manusia itu berada. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia.
Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidup manusia, karma lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan
lingkungan untuk mendukung perkehidupan manusia dan makhuk hidup lainya arti
penting lingkungan bagi manusia karena lingungan merupakan tempat hidup
manusia, Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia, Lingkungan
memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
memberikan wawasan terhadap mahasiswa tentang bagaimana:
1.
Memahami pengertian manusia
2.
Mengetahui kondisi lingkungan yang kondusif bagi manusia
3.
Memberikan gambaran hubungan manusia dengan lingkungannya
4.
Mencegah dampak-dampak negatif dari pengaruh manusia pada lingkungannya
5.
Menganalisis sumber daya alam terkait sebagai kebutuhan manusia dan
mengklarifikasinnya.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN
1. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan
segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami
kelahiran, pertumbuhan, perkembangan , dan mati, dan seterusnya, serta terkait
serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal
balik baik itu positif maupun negatif.
Manusia atau orang dapat diartikan
berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia
yang dilengkapi otak
berkemampuan tinggi.
Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan
menggunakan konsep jiwa
yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan
atau makhluk
hidup; dalam mitos,
mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Dalam antropologi
kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya,
dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan.
2. Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk
hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang
khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang
menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan
riil.
B. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
1. Pengertian Ekologi
Beberapa definisi untuk
ekologi, misalnya
- Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya.
- Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
- Ekologi adalah biologi lingkungan.
Jadi, Ekologi ialah ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara antara manusia dengan lingkungannya. Dengan sudut
pandang ini dapat diambil pengertian Ekologi untuk membahas kajian
manusia dengan lingkungannya menggunakan pendekatan antroposentris.
Bertolak dari definisi ekologi ialah ilmu
yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya maka
ekologi dapat juga diartikan sebagai imu yang membahas hubungan manusia dan
lingkungannya dipandang dari kepentingan dan kebutuhan manusia terhadap
lingkungan itu sendiri.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih
relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai
pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk
hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antara
makhluk hidup dengan benda tidak hidup di tempat hidup atau lingkungannya.
Ekologi, biologi
dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang
menggambarkan bahwa ekologi mencoba memperkirakan dan menggambarkan sebagian
besar rantai makanan manusia.
Para ahli ekologi mempelajari perpindahan energi dan materi dari makhluk
hidup yang satu kepada makhluk hidup yang lain dalam lingkungannya serta
faktor-faktor yang menyebabkannya. Serta perubahan populasi atau
spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan
hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kini para ekolog (orang yang mempelajari
ekologi) berfokus kepada ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.
Terkadang ekologi dibandingkan dengan antropologi,
sebab keduanya menggunakan banyak metode untuk mempelajari suatu hal yang tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Antropologi ialah tentang bagaimana
tubuh dan pikiran kita dipengaruhi lingkungan
kita, sedangkan ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan kita dipengaruhi
tubuh dan pikiran kita
2. Lingkungan Hidup Manusia
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal
1 Angka 1 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai “kesatuan ruang dengan kesemua
benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lainnya”.
Lingkungan hidup tidak bisa di pisahkan
dari ekosistem atau system ekologi. Ekosistem adalah satuan kehidupan yang
terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup ( dari berbagai jenis ) dengan
berbagai benda mati membentuk suatu system. Lingkungan hidup pada dasarnya
adalah suatu system kehidupan dimana terdapat campur tangan manusia terhadap
tatanan ekosistem. Manusia adalah bagian dari ekosistem. Lingkungan dapat pula
berbentuk lingkungan fisik dan non fisik.
Lingkungan alam dan buatan adalah
Lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan social budaya
dimana manusia itu berada. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia.
Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidup manusia, karma lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan
lingkungan untuk mendukung perkehidupan manusia dan makhuk hidup lainya arti
penting lingkungan bagi manusia karena lingungan merupakan tempat hidup
manusia, Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia, Lingkungan
memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
Sejak awal, manusia merupakan subjek
sekaligus objek dalam perjalanan hidupnya guna mendapatkan kesejahteraan.
Manusia membuat, menciptakan, mengerjakan, dan memperbaiki berbagai hal yang di
tunjuk untuk kepentingan hidupnya. Di Negara penduduk merupakan salah satu
modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar atau asset pembangunan, penduduk
tidak hanya sebagai sasaran pembangunan, tetapi juga merupakan pelaku
pembangunan.
Manusia mendapatkan unsur-unsur yang
diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi kebudayaan manusia,
makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah kebutuhan hidupnya
berarti makin besar perhatian manusia terhadap lingkungannya.
Lingkungan
merupakan suatu media di mana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya,dan
memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik
dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya,terutama manusia yang
memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. Manusia sedikit demi sedikit
mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Komunitas biologis di
tempat mereka hidup perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di
kota-kota, di bandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih
sedikit dan primitif.
Berdasarkan sifatnya, kebutuhan hidup
manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu kebutuhan hidup materil
antara lain adalah air, udara, sandang, pangan, papan, transportasi serta
perlengkapan fisik lainnya. Dan kebutuhan nonmateril adalah rasa aman,
kasih sayang, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan dan sistem nilai dalam
masyarakat.
Manusia merupakan komponen biotik
lingkungan yang memiliki daya fikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan
makluk lainnya. Di sini jelas terlihat bahwa manusia merupakan komponen biotik
lingkungan yang aktif. Hal ini disebabkan manusia dpaat secara aktif mengelola
dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa yang dikehendaki. Kegiatan manusia ini
dapat menimbulkan bermacam-macam gejala.
C. PENGARUH MANUSIA PADA ALAM DAN LINGKUNGAN
Manusia
bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk
menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya, demi kelangsungan
hidup sejenisnya.
Pada
saat manusia belum mengenal cara bercocok tanam, manusia hidup dengan cara
mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di goa, manusia pada jaman
ini hidup dari hasil perburuan, mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang
terdapat di dalam hutan. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah
ketempat yang masih banyak terdapat binatang buruan yang dapat di jadikan bahan
makanan mereka.
Dengan
makin pesatnya perkembangan populasi mereka maka cara hidup seperti ini
tidaklah cocok lagi untuk di gunakan. Mereka mulai beralih dengan pola hidup
bercocok tanam yang masih sangat sederhana, yaitu dengan cara membuka hutan
untuk di buat ladang dan di tanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang
sudah mereka kenal sebagai bahan makanan. Pada pola inipun mereka sudah mulai
membuat rumah-rumah sederhana yang terbuat dari kayu yang beratapkan
daun-daunan.
Apabila
kesuburan ladang tanah mereka telah berkurang, mereka berpindah ke tempat baru
yang lebih subur dan mereka kembali membuat tempat tinggal dan ladang di tempat
baru itu. Dan dalam mencari tempat tinggal mereka selalu memerhatikan sumber
air, seperti di tepi sungai atau danau. Dan selain bercocok tanam mereka juga
sudah mulai memelihara binatang-binatang. Dengan pola seperti ini mereka sudah
mulai menemukan pola hidup yang lebih baik, sehingga mereka siudah mulai hidup
menetap dari hasil pengalamannya.
Tampaklah
di sini manusia sedikit demi sedikit sudah mulai membiasakan diri pada alam
lingkungan hidupnya. Perubahan alam lingkungan hidup manusia memiliki dua
dampak yaitu dampak negatif dan dampak positif bagi manusia dan lingkungan.
Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan
tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam
lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. Manusia bertindak sosial
dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta
meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya.
Manusia
mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu
sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang
hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu
sendiri. Pelestarian lingkungan perlu dilakukan karena kemampuan daya dukung
lingkungan hidup sangat terbatas baik secara kuantitas maupun kualitasnya.
Pengelolaan lingkungan hidup dilakukan secara sukarela baik oleh individu
maupun kelompok masyarakat yang peduli.
Perhatian dan pengaruh manusia terhadap
ligkungan makin meningkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusia mengubah
lingkungan hidup alami menjadi lingkungan hidup binaan. Eksplotasi sumber daya
alam makin meningkat untuk memenuhi bahan dasar industri. Sebaliknya hasil
industri berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup.
Lingkungan yang tercemar akibat kegiatan
manusia maupun proses alam akan berdampak negative pada kesehatan, kenikmatan
hidup, kemudahan, efisiensi, keindahan, serta keseimbangan ekosistem dan sumber
daya alam. Oleh karena itu perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan
apabila meninginkan lingkungan yang lestari sehingga kegiatan ekonomi dan
kegiatan lain dapat berkesinambungan. Apabila demikian halnya maka pengelolaan
lingkungan hidup merupakan suatu keharusan. Pengelolaan lingkungan hidup adalah
upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan,
pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.
Aspek kuantitas penduduk yang mencangkup
jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di
tiap wilayah Negara ( Winarno, 2007) Lingkungan alam seperti tanah, dirombak
untuk menampung berbagai fasilitas kebutuhan manusia. Misalnya, perumahan dan
fasilitas lain seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, hiburan, pasar, jalan,
saluran, dan lain-lain.
Air tidak hanya di manfaatkan untuk
kebutuhan makan dan minum, tetapi juga sebagai sarana rekreasi seperti taman,
kolam, dan air mancur air jaga untuk pembangkit listrik. Tidak jarang,
perombakan lingkungan berakibatkan pada kerusakan lingkungan itu sendiri.
Lingkungan telah kehilangan daya dukung lingkungan sebagai akibat tindakan
manusia yang berlebihan.
Contohnya, pembangunan perumahan dan vila-vila
di lereng pegunungan telah mengakibatkan banjir besar pada daerah di bawahnya.
Jadi, jumlah penduduk semakin besar menyebabkan pemukiman yang terus berkembang
dan akhirnya berpengaru besar pula terhadap lingkungan
Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negative, yaitu kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup merupakan problema besar yang di alami umat manusia sekarang ini. Bahkan, isu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.
Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negative, yaitu kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup merupakan problema besar yang di alami umat manusia sekarang ini. Bahkan, isu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.
D. Sumber Alam
Sumber
alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni:
Sumber
alam yang dapat diperbaharui (renewable
resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang
tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup, hutan,
hewan-hewan, dan tumbuhan-tumbuhan.
Sumber
alam yang tidak diperbaharui (nonrenewable
resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam biotik.
Yang tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian,
mineral, dan bahan-bahan tambang lainnya.
Sumber
alam biotik mempunyai kemampuan diri atau bertambah, misalkan tumbuhan dapat
berkembang biak dengan biji atau spora, dan hewan-hewan menghasilkan
keturunannya dengan telur atau melahirkan. Oleh karena itu sumber daya alam
tersebut dikatakan sebagai sumber daya alam yang masih dapat diperbaharui. Lain
halnya dengan sumber daya alam abiotik yang tidak dapat memperbaharui dirinya.
Bila sumber minyak, batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan
manusia, maka habislah bahan-bahan tambang tersebut.
Sumber
alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia, bila
manusia menggunakannya secara bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan
siklus hidup sumber alam tersebut, dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu
musnah. Sebab, jika suatu jenis spesies di bumi musnah, maka jenis tersebut
tidak dapat muncul kembali. Seharusnya manusia menggunakan dengan baik sumber
daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab.
Manusia
memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan.
Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme
lainnya, terutama dalam penggunaan sumber-sumber alamnya.
Berbagai
cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah,
air, fauna, flora, bahan-bahan galian, dan sebagainya.
Namun
sesuai dengan kondisi lingkungan saat ini manusia susah seharusnya melakukan
perubahan. Perubahan yang dimaksud disini bukanlah transformasi yang diartikan
sebagai perubahan seluruhnya (dari teknologi, sosial budaya dan ekonomi).
Perubahan disini lebih kepada perubahan hidup berperilaku, kebiasaan dalam
hidup yang menunjang pada penyelamatan lingkungan, perilaku hidup manusia.
Masih
banyak masyarakat kita yang memiliki kebiasaan yang tidak ramah lingkungan,
seperti pengrusakan lingkungan demi keuntungan semata. Seharusnya manusia
berhati-hati dalam mengolah tanah, air, udara mahluk mahluk yang ada di dunia
ini. Khususnya pada lingkungan, manusia telah begitu banyak menimbulkan
kerusakan pada bumi ini. Limbah, kotoran, sampah dibuang begitu saja tanpa
mengindahkan lingkungandan mahluk lain. Responnya dari lingkungan dapat kita
lihat seperti menyebabkan penyakit, bahkan menjadi bencana alam.
Contoh
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Ketidaksiplinan
dalam membuang sampah
2. Penebangan pohon/hutan
secara liar
3. Polusi/pencemaran
4. Global Warming
KESIMPULAN
Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia sangat
berhubungan erat dengan lingkungan, manusia sangat membutuhkan lingkungan untuk
kelangsungan hidup, sebaliknya lingkungan juga membutuhkan manusia untuk
melestarikan lingkunga.
SARAN
Menurut saya kita sebagai manusia yang
tinggal dan hidup di lingkungan harus melestarikan dan menjaga lingkungan agar
kita samasama bisa hidup ten tentram di lingkungan tersebut, biasakan untuk
menjaga lingkungan kita walaupun dari hal kecil karena lingkungan kita sudah
banyak rusak oleh tangan manusia itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA